Singapore in 3 Days – Day 1

Marlion
Hai~
Aku kembali~~ #apacoba
Kali ini pengen menuhin janji ngpost trip ke SG tahun kemarin. Hampir setahun berlalu dan baru sempat ngpost. Yaa walaupun baru September 2013 juga sih (ini kan masih awal-awal tahun) #ngeles. haha

Singapore in 3D/2N.
Trip ini sebenarnya berawal dari rencana travelling mbak-mbak kantor bareng teman-temannya tapi karena satu dan lain hal teman-temannya gugur satu per satu sebelum perang *?* dan karena gw juga punya cerita yang sama dimana rencana trip ke SG bareng teman juga ‘hampir batal’ karena si teman tetiba ga bisa dan gw hopeless akhirnya dapat angin segar dari tawaran mbak kantor ini. Jadilah gw dan si mbak kantor dan 2 orang mbak kantor lainnya memutuskan bareng ng-trip-nya.

Kita ng-trip-nya ber-4 cewek semua. Sebelumnya, si mbak kantor dan 2 lainnya udah punya tiket pesawat sementara tanggal tiket gw beda. Nah loh~ Akhirnya, berhubung si maskapai murah merindang kesayangan para backpacker (re: Air Asia) lagi promo, gw beli tiket lagi deh PP JKT – SG 22-25 September 2013 seharga IDR 412. Berangkat~~

Udah ya Intro-nya, lanjut ke trip hari pertama aja. Malas ngetik :p

day 1 Sesuai Itinerary yang sudah disusun sebelumnya, tujuan hari pertama kita nyampe SG adalah China Town. Setelah mendarat di Changi jam 9-an pagi lebih, urusan sama imigrasi Changi, ketemu mbak kantor yang sebelumnya berangkat duluan ke SG, beli ez-link card untuk transport MRT selama di SG (macam kartu busway yang ditap pas masuk halte busway) dan lalalala lainnnya, akhirnya jam 10-an pagi perjalanan hari pertama pun dimulai dari Changi.

Sesuai itin diatas, dari Changi – Tanah Merah kami menuju China Town. Emang dasar naluri wanita tiap jalan-jalan yang didatangin duluan adalah tempat-tempat belanja. Dari Changi ke China Town kami naik MRT. Harus diakui ini pertama kalinya gw naik MRT. *naik KRL aja baru sekali #curcol* MRT ini ya kereta bawah tanah. Kesan pertama uhmm sama koq kaya naik KRL tapi lebih cepat + bersih dan lebih rapi sih antrian orang-orang masuk/keluar MRT-nya. Untuk peta jalur MRT gampang koq dibacanya. Bagi yang bisa baca peta jalur busway dan KRL pasti bisalah baca jalur MRT. Peta MRT-nya sendiri bisa di dapatkan di Changi, banyak bertebaran disudut-sudut pusat informasi bandara + peta negara Singapura sendiri.

Cuaca panas terik matahari sama seperti di Jakarta menyambut kami pas keluar dari st. MRT China Town. Berbekalkan senjata melawan panas (re: payung + kacamata + Sunblock + Kipas), dimulailah perjalanan menyusuri kawasan China Town. Dikawasan ini semua pernak-pernik, baju dan banyak lainnya yang bergambar/bertuliskan/berbau *?* SG dijual. Dari gantungan gunci, tas, baju, sampai sumpit, kipas, batu-batuan juga ada (batu2 giok maksudnya). Setelah proses dasar belanja (Liat sana, nanya sini, tawar, compare sana-sini), akhirnya kelar juga itu satu area lurus sepanjang keluar dari pintu st. MRT.

Jalan lurus sepanjang area belanja setelah keluar dari pintu st. MRT, diujung jalan ketemu sama satu kuil. Lupa nama kuilnya apa tapi setelah didekati ternyata kuil India. Boleh masuk koq (free) walaupun didalam lagi banyak kegiatan sembahyang orang-orang India dan asal tau diri aja tapi. Saling menghargai. Waktu itu sempat ngambil beberapa foto sih, terpenting jangan sampai mengganggu ibadah orang lain aja ^^

Puas liat-liat dan foto-foto di area Kuil Biru (kita namakan itu saja ya), perjalanan dilanjutkan masih di area China Town. Kali bergerak ke kanan dari Kuil Biru, jalan terus dan akan ketemu satu Kuil lagi tepat didepan Chinatown Complex. Kali ini kita namakan Kuil Merah sesuai warna cat bagunannya (sama, ga tau namanya juga). haha Kalau kuil Biru tadi khusus orang India, maka yang ini Kuil khusus orang-orang Cina. Masuk kesini juga free koq. Gw sempat masuk dan jepret-jepret beberapa hal sembari ngeliat orang-orang yang sedang ibadah. Di dalamnya sendiri bagus loh, warna emas mendominasi dan tentunya bau dupa 😀

Setelah dirasa cukup untuk area China Town, perjalanan kemudian dilanjutkan ke daerah Bugis karena hostel kami juga memang tepat disana jadi mari kita jalan kaki dari China Town ke daerah Bugis dibawah terik matahari Singapura *lebarkan payung dan Peta*. Untuk rute jalannya sendiri, jujur gw ga hapal pokoknya belok-belok, lurus dan jalan lagi sampe ketemu Mesjid Sultan, kampong Glam dan akhirnyaaaa sampe ke 5footway inn Hostel area Bugis. Fiuhhh~~~

Sampai di Hostel, kemudian Check in, beberes dan melanjutkan perjalanan mengembara di SG *?*, ke Area Marina Bay termasuk atraksi-atraksinya disana sampai Garden by the bay. Ohya, sebelum ke sana, gw dan rombongan (halahh) ga tau sama sekali (emang kudet aka kurang update sih) kalau F1 lagi mampir ke SG yang artinya hampir seluruh bagian Area Marina dipakai untuk ajang balapan mobil-mobil tamia *?* itu. Oleh karena daripada itulah, nyampe di Marina, kita yang ga tahu kalau jalanan ke Singapore Flyer dan banyak jalan lainnya ditutup, langsung cengok dan pada akhirnya menghabiskan waktu di Marina Bay hanya untuk foto-foto + sibuk nyari jalan ke Sing Flyer sampai naik taksi mengililingin mall-mall di Marina. zzzzz

Pasrah nyari jalan ke Sing Flayer yang memang semua ditutup + cuma bisa ngedengarin suara mobil-mobil F1 dari luar sirkuit hiksss dan udah gelap juga, akhirnya kita memutuskan untuk langsung ke Garden By The Bay aja. Sampai disana kebetulan lagi ada cara juga jadi rame dan banyak ornamen-ornamen lampion lucu-lucu. Disini kita cuma foto-foto dan liat-liat sekeliling aja. Ga sempat masuk ke Cloud Forest dan lain-lainnya karena emang dari awal ga berencana. hehee

Ohya, disini juga kita nungguin Laser Show yang katanya setiap jam 8 bakalan ada semacam laser yang diarahkan ke langit diatas bangunan Marina Bay Sands tapi~~ sekali lagi harus kecewa karena malam itu ga ada laser-laser-an sodara-sodara 😦 Yaudahlah yaaa nikmati malam di Garden By The Bay aja sampai akhirnya pulang ke Hostel tapi mampir bentar makan di KFC dekat hostel. *jauh-jauh makannya juga tetep Ke-eF-Ci* haha apa hendak dikata.. itu doang makanan yang bisa gw makan. Pertama kudu nyari makanan yang halal dan kedua gw ga bisa nyium apalagi makan makanan timur tengah ataupun India. Bau-nya ga tahan~~ rempah-rempahnya tajem *?* Bikin pusing. hikss

Ahh udah ya segitu aja hari pertama~
Sampai jumpa di cerita hari ke-2 (Chinese + Japanese Garden & Sentosa Island)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s