Macau-HK Trip, Rempong Derita Bahagia

Wohoo~~
I’m coming back kakak-kakak~
permisi~ mo cuap-cuap riya pamer dulu ya.. hoho

Awal Desember 2015 lalu Alhamdulillah akhirnya bisa melipir ke Makau sekalian Hong Kong berkat tiket promo dari maskapai kesayangan sejuta umat traveler, Air Asia. Sebenarnya sih udah dari dulu penasaran sama salah satu daerah administrasi khusus Republik Rakyat Cina ini dan akhirnya kesampean juga bahkan pengen balik lagi karena belum puas menjelajahi setiap sudut Makau. Semoga next time bisa kesana lagi ya. Amin

Berhubung tiket murah yang gw dapat ke Macau PP 675.000 IDR (Air Asia) berangkatnya dari KL mau ga mau dan harus mau gw kudu ke KL dulu pastinya. Jakarta – KL gw menghabiskan duit sebesar 177.000 IDR tiket AA + Aiport tax 150.000 (jaman beli tiketnya ketika Airport tax masih belum include tiket jadi wae jatohnya mehong) totalnya 327.000 IDR.

Dari kos-kosan daerah Kuningan (Jaksel) ke bandara Soekarno Hatta T3 bareng 3 travel-mate gw (1-nya lagi ketemu dibandara) naik Uber dan Alhamdulillah banget dapat free-ride credit (first time use) sebesar 75.000 IDR jadilah yang harusnya bayar 95.000, dipotong 75.000 jadi hanya 20.000 saja. Hemat!!! Ada yang pengen credit uber 75.000 juga? Install dan pake deh Uber terus masukin kode reference dari gw herah33ue . Lumayan banget~ #bukanpostingberbayar

Pesawat ke KL dijadwalkan berangkat jam setengah 9 malam tapi karena delay jadilah baru berangkat sekitar jam 10 malam dan nyampeh KLIA2 sekitar jam 12-an malam. Dikarenakan jadwal penerbangan ke Makau baru besok paginya jam 3 sore kurang maka malam itu 3 dari 5 cewek-cewek tangguh ini (termasuk gw) tidur di bandara KLIA2 demi satu kata, #hemat hehe 2 orang lagi langsung meluncur ke KL Sentral karena udah mesan hotel disana.

20151204_095136

KLIA2 Observation Deck


Waktu terus berlalu dan pagi pun menyambut, menawarkan cerita yang baru #halah
Paginya, masih di bandara KLIA2 karena terlalu malas kemana-mana akhirnya diputuskan luntang-lantung di bandara segede gaban ini. Mulai dari nyari tempat mandi gratis yang ternyata ada di terminal keberangkatan/dekat counter checkin barengan sama toilet dan mushollah. Abis mandi, dandan pake alis dan lipensetik (lipstick), luntang-lantungnya dilanjutkan ke observation deck KLIA2 (letaknya persisi sebelah kanan-kiri pintu masuk ke terminal keberangkatan/counter checkin) dimana bisa liat pesawat parkir ya lumayanlah buat hiburan.

Mandi gratis, foto-foto di observation deck, selfie, drama boarding pass pertemuan kembali dengan 2 travel-mate lainnya (ga usah gw ceritain, panjang ceritanya) akhirnya waktu keberangkatan ke Makau tiba juga.. yuhuuu Makau, we are coming very soon~~ Disini muka masih pada seger cerah benderang. Penerbangan KL-Makau ditempuh kurang lebih 4 jam lamanya. Naik pesawat siang-siang, liat sunset diatas awan sampai langit gelap akhirnya pesawat mendarat juga di Aeroporto Internacional de Macau (Bandara Makau) disambut rintik hujan dan tentunya hempasan angin menusuk tulang.

2

Sunset from KL – Macau


Turun dari pesawat yang mana ga lewat garbarata (makin dingin brrrr) lalu ikut antri imigrasi kedatangan yang panjang mengular, gw pikir paspor gw bakalan dapat cap masuk Makau. Ternyata tidak saudara-saudari melainkan cuma dikasih 1 kertas kecil selebar tiket parkir di Jakarta. Awalnya gw bingung, lalu tanya ke travel-mate eh ternyata mereka juga sama. Gw juga ga paham kenapa paspor ga dicap tapi gw sih mikirnya yang pasti itu kertas parkir kudu tetap disimpen siapa tau nanti dibutuhkan pas balik ke KL. Itung-itung buat kenang-kenangan juga sih.

Tiba di Makau udah sekitar jam 8-an malam dan karena malam itu kami memutuskan akan tidur dibandara Makau aja (secara hotel di Makau mahal-mahal) demi pengiritan maka diputuskan jalan-jalan dulu ke area The Venetian biar ga bosan di bandara mulu. Koper semua dititip-in dipenitipan berbayar (lupa harganya berapa. Harganya dihitung perbeberapa jam penitipan) yang letaknya disebelah kanan dekat lift.

bus venetian

The venetian Shuttle Bus @google


Di Makau kemana-mana enak karena setiap hotel yang ada Casino-nya nyedia-in shuttle bus gratiss-tis-tis meskipun kita bukan tamu hotelnya. Keluar dari bandara Makau, ambil kanan jalan terus dan ga jauh dari bandara dipinggiran jalan sebelah kanan ada semacam parkiran. Diparkiran ini ngetem banyak banget shuttle bus gratisan. Tinggal pilih aja shuttle bus hotel yang dekat dengan tujuan kalian. Malam itu gw pilih ke The Venetian (efek drama Boys Before Flower) naiklah shuttle bus Venetian warnanya biru ada tulisan The Venetian-nya + gambar singa bersayap (kalau ga salah). Naik aja langsung ke busnya, duduk cantik, nyaman dan berwifi ria. Alhamdulillah bisa update status sampai check-in path yee kan~ haha

Jarak bandara macau ke The Venetian dekat banget karena ada di pulau yang sama, berbeda dengan daerah Makau Peninsula atau Grand Lisboa yang ada dipulau sebelahnya harus nyebrang lewat jembatan gitu deh. Shuttle bus-nya ngdrop persis di lobby The Venetian jadi turun bus langsung masuk ke Venetian yang wawww *bengong gw.

This slideshow requires JavaScript.


Puas berfoto-foto, memandangi mas-mas gondola, saatnya isi perut dan demi menuntaskan salah satu tujuan ke Makau (makan eggtart) maka dibela-belain cari toko eggtart Lord Stow’s Bakery and Cafe dan beuhhh eggtart aslinya di Makau endews abissss krenyes-krenyes gitu. Kalau ga salah satunya seharga 4-6 MOP (bisa pakai HKD).

Foto-foto udah, nongki cantik makan eggtart di cafe udah maka saatnya melanjutkan ngebolang malam-malam di Makau. Dari The Canal Shop balik ke lobby Venetian terus ambil pintu kanan (kiri ke canal shop) nanti akan keluar dan terlihatlah hotel-hotel mewah lainnya seperti Conrad, hingga City of Dreams yang kalau malam indah bangeeeettt banyak lampu-lampunya. Keluar pintu ambil kanan naik eskalator menuju sky bridge yang akan membawa lw ke mall/hotel/casino lainnya yaitu Conrad/The Shoppes Cotai Central. Mall-nya semacam Senayan City namun lebih agak mewah. Muter-muter di mall sambil nyari shuttle bus tapi ga nemu akhirnya balik lagi ke The Venetian (via sky bridge tadi) numpang shuttle Venetian balik ke bandara.

This slideshow requires JavaScript.


Sampai kembali di bandara Makau (disini kesengsaraan dimulai) ambil koper lalu naik ke lantai 2 nyari tempat yang sekiranya bisa untuk tidur malam itu tapi tapi ternyata ga ada. hikss langsung kangen KLIA2 jadinya. Pasrah nyari tempat, akhirnya makan di MCD yang ternyata ga buka 24 jam. Kelar hidup gw! Akhirnya setelah geret koper sana-sini dan ngeliat koq ada orang dipojokan tidur pakai sleeping bag (sambil mikir: emang sedingin itu ya?) gw bersama travel-mate memutuskan mojok juga dipojokan sepi yang sekiranya ga akan dilewatin orang/petugas bandara.

Lantainya dingin parahhhh dan semakin malam (mungkin karena bandara juga udah sepi. udah ga ada penerbangan) suhunya makin dingin. Gw yang dalam hati, pantes yang tadi pake sleeping bag segala. Malam itu bener-bener ga bisa tidur. Jam 3 pagi saking ga tahan dingin, bangun turun kelantai 1 didepan counter checki-in keberangkatan gw pikir akan lebih hangat ternyata samaa aja kakak. Lalu gw beranjak keluar pintu bandara dan busssssss disambut dengan angin kencang..sssttttt

Begitulah terus menggigil kedinginan sampai akhirnya pagi tiba (Alhamdulillah penderitaan berakhir. sementara kayanya), petugas bandara udah pada berdatangan (jam kerja) dan penumpang juga udah ramai. Pagi ini kami berencana akan nyebrang langsung ke Hong Kong setelah beberes (cuci muka, sikat gigi, lap badan) di toilet bandara. Pesan gw sebelum ke Makau, ada baiknya hindari tidur di bandara Makau kalau kalian ga bawa sleeping bag. Percayalah! lw akan nyesal setelah masuk angin kedinginan.

Pagi itu perjalanan kami dilanjutkan naik bus ke Terminal Ferry Makau (nomor bus-nya ada dipapan petunjuk diluar bandara) dan kesengsaraan kembali terjadi. Pertama, salah naik bus lalu turun lagi sambil angkat koper (untung busnya belom jalan), kedua setelah naik bus yang sesuai kita ga tau kalau mesti bayar dulu lalu diteriak-in lah sama pak supir dalam bahasa Cina (sambil nyetir ala-ala kopaja style) sampai akhirnya ada orang Indonesia teriak, bayar bayar bayar. Woalahh disuruh bayar.

Bayar bus samping supirnya lalu mencari posisi berdiri yang PeWe dengan kondisi 1 tangan megangin koper, dalam hati baca doa keselamatan dan 1 tangan lagi nyari pegangan yang kuat biar ga jatuh. piyuhhh (bayangin aja naik kopaja, bediri, pegangin koper dengan gaya kopaja ugal-ugalan. begitulah rasanya) Mabok mabok puyeng dah
turbo jet ticket
Sampai di Terminal Ferry, harus ngelewatin semacam parkiran bawah tanah buat nyebrang ke bangunan terminalnya yang ada diseberang tempat berhenti ‘kopaja mewah’ tadi. Geret-geret koper masih dengar puyeng efek ‘kopaja mewah’ nyari penjualan tiket lalu kami beli tiket ferry turbo jet kelas economy yang berangkat saat itu juga sekaligus mengakhiri suka-duka hari pertama di Macau.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s